PENJELASAN MAKNA IMAN KEPADA ALLAH

PENJELASAN MAKNA IMAN KEPADA ALLAH

❓Soal:
Apa yang dimaksud dengan iman kepada Allah?

🗝Jawab:
Iman kepada Allah yaitu pembenaran yang pasti dari lubuk hati tentang adanya Allah, serta mentauhidkanNya pada UluhiyahNya, RububiyahNya, dan Asma wa ShifatNya.
📒(A'lamus-Sunnah Al-Mantsurah:23, secara ringkas)

Dari pengertian di atas menunjukkan bahwa iman kepada Allah terkandung empat perkara:
1-beriman kepada wujud Allah (Allah itu ada),
2-beriman kepada UluhiyahNya,
3-beriman kepada RububiyahNya,
4-beriman kepada Asma wa ShifatNya.
Tidak mungkin iman itu terealisasikan kecuali dengan empat perkara tersebut.
📓(Lihat Syarh Al-Wasithiyyah Lil-Utsaimin:34-37)

Empat perkara tersebut terkandung dalam firman Allah Subhanahu:

(ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَاعْبُدُوهُ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ * لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ ۖ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ)

Itulah Allah Rabb kalian, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia. Dialah pemelihara segala sesuatu.
Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu, dan Dialah Yang Maha halus, Maha Mengetahui.
(QS.Al-An'am:102-103)

➡Adapun beriman tentang adanya Allah maka sungguh telah diketahui oleh semua makhluk, yang mana tidak mungkin sesuatu itu ada dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakannya.

Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ

Apakah mereka tercipta tanpa asal-usul ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?
(QS.At-Thur:35)

Maksudnya: mereka tidak tercipta dengan sendiri tanpa ada yang menciptakan, dan tidak juga mereka yang mencipatkan diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bahwa yang menciptakan mereka adalah Allah Tabaraka wa Ta'ala.

Jubair ibn Muth'im radhiyallahu anhu yang ketika itu masih musyrik saat mendengar ayat tersebut beliau berkata:
Hampir-hampir hatiku melayang. Sejak itulah pertama kali iman itu tertancap di hatiku. (HR.Al-Bukhari)
📒(Lihat Syarh Ushul Ats-Tsalatsah Lil-Utsaimin:81)

Dan dikisahkan bahwa seorang A'rabi (Arab pedalaman) ditanya bagaimana engkau mengetahui Rabbmu?
Maka dia menjawab: Subhanallah!, sesungguhnya kotoran unta menunjukkan adanya Unta, jejak kaki menunjukkan adanya orang yang berjalan, maka Langit yang memiliki bintang-bintang, Bumi yang memiliki gunung-gunung, dan laut yang memiliki ombak, bukankah ini menunjukkan adanya Sang Pencipta yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui?
📚(Lihat Ma'arijul-Qabul:1/111)

Tidak ada yang mengingkari tentang keberadaan Allah kecuali orang-orang yang menyombongkan diri.!

➡Beriman kepada UluhiyahNya yaitu mengimani bahwa hanya Allah satu-satunya yang berhak diibadahi.
➡Beriman kepada RububiyahNya yaitu mengimani bahwa Allah satu-satunya Pencipta, Penguasa, dan Pegatur semua urusan di alam ini.
➡Beriman kepada Asma wa ShifatNya yaitu mengimani Nama-Nama Allah dan Shifat-ShifatNya serta menetapkannya sesuai yang layak bagiNya berdasarkan apa yang Allah tetapkan bagi diriNya di dalam Al-Qur'an atau Sunnah RasulNya shallallahu alaihi wasallam.

📝Pembahasan tentang Uluhiyyah, Rububiyyah dan Asma wa Shifat in syaa Allah akan datang penjelasannya pada pembahasan Tauhid.

وبالله التوفيق.

🏻13 Muharram 1440
✍🏻Muhammad Abu Muhammad Pattawe,
🕌Darul-Hadits Ma'bar-Yaman.

🏠Tim Admin Komunitas Belajar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SIAPA BILANG MAULID ITU BID'AH❓

Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Ar-Rayah & Al-Liwã' (2)