Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Ar-Rayah & Al-Liwã' (2)

Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Ar-Rayah & Al-Liwã' (2)

            بسم الله الرحمن الرحيم

Alhamdulillah, pada tulisan sebelumnya penulis telah membahas makna Ar-Rayah dan Al-Liwã'. Pada tulisan ini in syaa Allah penulis membahas tentang bentuk dan warna Ar-Rayah dan Al-Liwa.

✅Bentuk Al-Rayah & Al-Liwa

Telah datang dari hadits Al-Barã ibn 'Azib radhiyallahu anhu bahwasanya beliau ditanya tentang Rayah Rasululullah shallallahu alaihi wasallam?
Beliau menjawab:

ﻛﺎﻧﺖ ﺳﻮﺩاء ﻣﺮﺑﻌﺔ ﻣﻦ ﻧﻤﺮﺓ

Rayahnya berwarna hitam persegi empat terbuat dari Namirah.
[HR.Ahmad (18627) Abu Dawud (2591), Ibnu Majah (1680)]

Namirah yaitu burdah (jubah) yang terbuat dari Shuf (bulu domba) yang bergaris-garis hitam dan putih, biasa dipakai orang Arab pedalaman, dinamakan Namirah karena mirip macan tutul.
(Syarh Al-Mashãbih:4/356)

Hadits diatas adalah lemah. Karena di dalam sanadnya terdapat Abu Ya'qub Ats-Tsaqafi dha'if dan Yunus ibn Ubaid Maula Muhammad ibnul-Qasim majhul.

Namun asal haditsnya yaitu Rayah berwarna hitam statusnya hasan lighairih, sebagaimana akan datang syawahidnya (penguat) pada pembahasan warna.

✅Warna Ar-Rayah & Al-Liwa'

Telah datang beberapa hadits yang menyebutkan warna Ar-Rayah dan Al-Liwa', diantaranya:

1-hadits Abdullah Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma:

ﻛﺎﻧﺖ ﺭاﻳﺔ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺳﻮﺩاء ﻭﻟﻮاﺅﻩ ﺃﺑﻴﺾ،

"Rayah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berwarna hitam dan Liwa' beliau berwarna putih."
[HR. At-Tirmidzi (1681), Ibnu Majah (2818), dan Al-Hakim:2/105, Telah berlalu pembahasan hadits ini pada tulisan sebelumnya)

2-hadits Buraidah radhiyallahu anhu:

أن ﺭاﻳﺔ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺳﻮﺩاء ﻭﻟﻮاﺅﻩ ﺃﺑﻴﺾ،

"Bahwasanya Rayah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berwarna hitam dan Liwa' beliau berwarna putih."
[HR.Abu Ya'la (2370), At-Thabarani dalam Al-Kabir:2/22]

Dalam sanadnya terdapat Hayyan ibn Ubaidillah dha'if.

3-hadits Jabir radhiyallahu anhu:

ﺃﻥ ﺭاﻳﺔ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻛﺎﻧﺖ ﺳﻮﺩاء

"Bahwasanya Rayah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berwarna hitam."

[HR.Ath-Thabarani dalam Al-Kabir:2/186, dan Ash-Shagir (1077)]

Dha'if, dalam sanadnya terdap Syarik An-Nakha'i sayyiul-hifz (jelek hafalannya, dan An'anah Abuz-Zubair.

4-hadits Mazidah Al-Abdi radhiyallahu anhu:

ﺃﻥ اﻟﻨﺒﻲ - ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﻋﻘﺪ ﺭاﻳﺎﺕ اﻷﻧﺼﺎﺭ ﻓﺠﻌﻠﻬﻦ ﺻﻔﺮا

Bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wasallam menetapkan Rayah Al-Anshar dan memberikannya warna kuning.
[HR.Ath-Thabarani dalam Al-Kabir:20/347]

Dha'if, dalam sanadnya terdapat:
-Hud ibn Abdillah Al-Ashari, Maqbul (lemah jika berkesendirian dalam riwayatnya)
-Muhammad Ibnul-Laits Al-Hadadi,
Berkata Al-Haitsami:
ﻭﻓﻴﻪ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ اﻟﻠﻴﺚ اﻟﻬﺪاﺩﻱ ﻭﻟﻢ ﺃﻋﺮﻓﻪ

Dalam sanadnya ada Muhammad ibnul-Laits, saya tidak mengetahuinya.
(Majma Az-Zawaid:5/321)

Penulis katakan: bahkan dha'if, Ibnu Hibban menyebutkan biografinya dan berkata:
ﻳﺨﻄﻰء ﻭﻳﺨﺎﻟﻒ
Kadang salah dan menyelisihi (para perawi tsiqoh).
(Ats-Tsiqot:9/135)

5-hadits Kuraiz ibn Samah radhiyallahu anhu:

ﺃﻥ اﻟﻨﺒﻲ - ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﻋﻘﺪ ﺭاﻳﺔ ﻟﺒﻨﻲ ﺳﻠﻴﻢ ﺣﻤﺮاء

Bahwasanya Nabi shaallallahu alaihu wasallam menetapkan Rayah Bani Sulaim berwarna merah.
[HR.Ibnu Abi Ashim dalam Al-Ahãd wal-Matsãni:5/266, dan Ath-Thabarani dalam Al-Kabir:19/189]

Dha'if, dalam sanadnya terdapat Ar-Rahal ibn Mundzir dari ayahnya dari kakeknya.
Berkata Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah:
ﻻ ﻳﻌﺮﻑ ﺣﺎﻟﻪ ﻭﻻ ﺣﺎﻝ ﺃﺑﻴﻪ ﻭﻻ ﺟﺪﻩ.

Tidak diketahui keadaannya, ayahnya dan kakeknya.
(Al-Ishãbah:5/440)

6-hadits Jabir radhiyallahu anhu:

ﺃﻥ اﻟﻨﺒﻲ - ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﺩﺧﻞ ﻣﻜﺔ ﻳﻮﻡ اﻟﻔﺘﺢ ﻭﻟﻮاﺅﻩ ﺃﺑﻴﺾ

Bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wasallam memasuki Kota Makkah saat Fathu Makkah liwa beliau berwarna putih.
[HR.Abu Dawud (2592)  At-Tirmidzi (1679), Ibnu Majah (2817), Al-Hakim;2/104]

Hadits ini Syadz. Yahya ibn Adam (Tsiqoh Hafidz) berkesendirian dalam meriwayatkan hadits ini dengan lafaz seperti di atas dan menyelisihi Jamaah Tsiqot.
Berkata Al-Hafidz At-Tirmidzi:

ﻭﺳﺄﻟﺖ ﻣﺤﻤﺪا ﻋﻦ ﻫﺬا اﻟﺤﺪﻳﺚ ﻓﻠﻢ ﻳﻌﺮﻓﻪ، ﺇﻻ ﻣﻦ ﺣﺪﻳﺚ ﻳﺤﻴﻰ ﺑﻦ ﺁﺩﻡ، ﻋﻦ ﺷﺮﻳﻚ، ﻭﻗﺎﻝ: ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻏﻴﺮ ﻭاﺣﺪ، ﻋﻦ ﺷﺮﻳﻚ، ﻋﻦ ﻋﻤﺎﺭ، ﻋﻦ ﺃﺑﻲ اﻟﺰﺑﻴﺮ، ﻋﻦ ﺟﺎﺑﺮ، ﺃﻥ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺩﺧﻞ ﻣﻜﺔ ﻭﻋﻠﻴﻪ ﻋﻤﺎﻣﺔ ﺳﻮﺩاء ﻗﺎﻝ ﻣﺤﻤﺪ: ﻭاﻟﺤﺪﻳﺚ ﻫﻮ ﻫﺬا.
Saya bertanya kepada Muhammad (yaitu Al-Bukhari) tentang hadits ini? Beliau tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Yahya ibn Adam dari Syarik, dan beliau berkata: telah menceritakan kepada kami lebih dari seorang dari Syarik dari Ammar dari Abuz-Zubair dari Jabir (dengan lafaz),
"Bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wasallam memasuki Makkah dalam keadaan memakai Imamah (sorban) hitam."
Berkata Muhammad (Al-Bukhari): inilah haditsnya.

Penulis katakan:
Isyarat Al-Bukhari dengan ucapannya "telah menceritakan kepada kami lebih dari seorang" diantaranya adalah Abu Nu'aim Fadhl Ibn Dukain (Tsiqot Tsabt), Abu Salamah Manshur ibn Salamah Al-Khuzai (Tsiqoh Tsabt hafdiz) dan Ali ibn Hakim Al-Audi (Tsiqoh) ketiganya meriwayatkan dari Syarik dari Ammar dari Abuz-Zubair dari Jabir (dengan lafaz hadits seperti yang disebutkan oleh Al-Bukhari).
Hadits dengan lafaz seperti ini dikeluarkan oleh Ahmad (15157) Muslim:1358 (3310), dan An-Nasai (5345), dan juga telah datang dari jalan-jalan lain dari Abuz-Zubair dengan lafaz seperti ini, penulis mencukupkan apa yang telah disebutkan.

7-hadits Simãk dari salah satu kaumnya dari seorang lainnya ia berkata:

ﺭﺃﻳﺖ ﺭاﻳﺔ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ -ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ- ﺻﻔﺮاء

"Saya melihat Rayah Rasululullah shallallahu alaihi wasallam berwarna kuning."
[HR.Abu Dawud (2593), Ibnu Abi Ashim dalam Al-Ahad wal-Matsani:3/317, dan Al-Baihaqi:6/589]

Dha'if, karena adanya rawi mubham (tanpa penyebutan nama).

8-hadits Anas radhiyallahu anhu:

ﺃﻥ اﺑﻦ ﺃﻡ ﻣﻜﺘﻮﻡ ﻛﺎﻧﺖ ﻣﻌﻪ ﺭاﻳﺔ ﺳﻮﺩاء ﻟﺮﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻲ ﺑﻌﺾ ﻣﺸﺎﻫﺪ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ

"Bahwasanya Ibn Ummi Maktum radhiyallahu anhu pernah memegang Rayah berwarna hitam milik Rasululullah shallallahu alaihi wasallam di beberapa peperangan bersama Nabi shallallahu alaihi wasallam."
(HR.An-Nasai dalam Al-Kubra:8/19)

Sanadnya shahih.

9-hadits 'Amrah rahimahallah:

ﻛﺎﻧﺖ ﺭاﻳﺔ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺳﻮﺩاء ﻣﻦ ﻣﺮﻁ ﻟﻌﺎﺋﺸﺔ ﻣﺮﺣﻞ

Rayah Rasululullah shallallahu alaihi wasallam berwarna hitam terbuat dari kain bulu milik Aisyah radhiyallahu anha sejenis kain (dari Yaman yang ada gambar pelana).
[HR.Ibnu Abi Syaibah:12/512, Al-Baghawi dalam Syarhus-sunnah:10/404]

Dha'if, di dalam sanadnya terdapat 'an'anah Ibn Ishaq, dan juga hadits ini mursal.

📝Kesimpulan:
1-hadits tentang bentuk Ar-Rayah dan Al-Liwa tidak shahih, dan penulis belum mendapatkan hadits lain yang menunjukkan tentang bentuk khusus Ar-Rayah dan Al-Liwa.
2-Shahihnya hadits tentang Rayah Nabi shalallahu alaihi wasallam berwarna hitam.
3-Liwa' Nabi shallallahu alaihi wasallam berwarna putih, sebagian hadits-hadits yang lemah di atas bisa saling menguatkan menjadi hasan lighoirih.
4-tidak shahihnya selain warna hitam dan putih.

📒Faedah:
Berkata Al-Allamah ibnul-Qayyim rahimahullah (pada kisah utusan kaum Shuda'),

فيها استحباب عقد الألوية والرايات للجيش، واستحباب كون اللواء أبيض، وجواز كون الراية سوداء من غير كراهة

Dalam kisah ini (menunjukkan) disunnahkannya membuat Liwa' dan Rayah untuk para pasukan, dan disunnahkannya Liwa berwarna putih, dan bolehnya Rayah berwarna hitam tanpa dimakruhkan.
(Zãdul-Ma'ad:3/852)

Ucapan Ibnul-Qayyim di atas memberikan faedah kepada kita bahwa membuat Rayah dan Liwa adalah sunnah. Namun, siapakah sebenarnya yang berhak membuat Rayah dan Liwa?
In syaa Allah akan dibahas pada pembahasan selanjutnya.

وبالله التوفيق.

🗓19 Shafar 1440
✍🏻Muhammad Abu Muhammad Pattawe,
🕌Darul-Hadits Ma'bar-Yaman.

*🏠 Admin Komunitas Belajar*

*🔍Join Group Whatsapp Komunitas Belajar :*

*📲Ikhwah : 085226011754*
*📲Akhwat : 0851 4539 7791*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SIAPA BILANG MAULID ITU BID'AH❓